ironi perfeksionis
sesak nan terisak dalam malam ini
ku tak tahan menahan amarah besar dalam dada
akulah sang perfeksionis yang harus kuat digoncang kawan yang sanggup perfek
bukan aku yang mau,
tapi hatiku yang pinta.
ku telan semua kesal dan amarah yang tak kesampaian.
menghasilkan sebuah produk akhir berupa airmata.
bukan tangisan,bukan raungan.
hanya saja bentuk kekesalan yang tak terungkapan.
aku akan tersnyum saat itu,tapi jelek sekali.
ku tak tahan menahan amarah besar dalam dada
akulah sang perfeksionis yang harus kuat digoncang kawan yang sanggup perfek
bukan aku yang mau,
tapi hatiku yang pinta.
ku telan semua kesal dan amarah yang tak kesampaian.
menghasilkan sebuah produk akhir berupa airmata.
bukan tangisan,bukan raungan.
hanya saja bentuk kekesalan yang tak terungkapan.
aku akan tersnyum saat itu,tapi jelek sekali.
Comments
Post a Comment