namamu, kesalahanku
ada ketika satu malam mataku tak terpejam,segala daya bernadakan seruan merdu membimbingku mengakui sebuah nama..
nama yang selalu ternginang dalam telinga
dan slalu mengisi ruang hampa di hati
dan entah kenapa hati ini tak dapat menghapusnya
nama itu aku samakan dengan luka. karena hanya luka kengan yang tak terbias waktu yang diberikannya.
luka yang tak pernah terlihat. namun goresannya sangat terasa saat nama itu perlahan menghilang. meninggalkan jiwa yang sepi...
taukah kamu sesepi apa jiwaku kini? hanya cahaya berpendar pendar,dan dentingan jam,serta semilir angin malam temanku.
yaa,malam benar.
aku akui namamu adalah kesalahanku.
Comments
Post a Comment